“Goresan Kalam Mozaik Hidupku”
Kutulis Goresan Kalam Mozaik Hidupku ini ketika hujan menari-nari di udara serta mendekap dan mendekam bumi dari seluruh penjuru mata angin.  ketika mendung dengan sombongnya menutupi serta menggelapkan segala yang ada, tidak memberikan kesempatan sedikit pun pada mentari untuk mengintip.
Saya adalah spesial, Nama saya M. Abdul Hafid kelahiran Mojokerto 23 april 1994 pukul 5 pagi.  Saya terlahir dari bapak bernama Syaifuddin (Pardi) dan ibu saya bernama Alfa Nikmah.Sekali lagi saya ulangi kalau saya adalah spesial, karena saya memang terlahir spesial. Ada sebuah pengalaman yang menarik, Sobat, ketika saya baru “mbrojol” ke dunia. Saat baru keluar dari perut ibu, saya langsung diperebutkan oleh orang-orang, karena ketika lahir saya tampak ganteng dan rupawan, sehingga ayah tidak sempat meng-adzani.
 Kemudian 40 hari pasca-lahir, saya pindah ke Sidoarjo, tempat kelahiran ayah. Saat itu, kami tinggal di sebuah gubuk reyot yang kapanpun bisa roboh diterpa angin. Beralaskan tanah dengan pemandangan tahi tikus ada di mana-mana. Dengan keadaan seperti yang seperti itu orang tua tetap sabar dan tabah membesarkan saya dengan segala keterbatasan.
Saat masih kecil, saya terkenal sebagai anak yang sangat nakal. Semua orang -termasuk orangtuaku- merasa kewalahan. Masih segar dalam ingatanku, ketika saya masuk MI pada  minggu pertama, suatu kecelakaan terjadi padaku, mata kanankusakit. Mulai hari itu mata kananku tidak dapat digunakan lagi sebagaimana mestinya hingga saat ini. Pada hari itu mata kananku benar-benar berwarna merah seperti darah dan ketika malam harinya dibawa ke dokter spesialis mata, semuanya sudah terlambat.
Saat itu adalah saat yang mengharu biru saat mata kanan didiagnosis bahwa mata kanan saya sudah tak dapat di sembuhkan lagi. Orang tuaku menangis di hadapan saya, seolah-olah mereka mau berkata bahwa anak sekecil ini harus menanggung beban yang berat. Kenangan itu adalah kenangan yang sangat berarti bagi saya dan saya tidak akan pernah terlupakan sampai kapan pun.
Waktu pun terasa sangat cepat hingga aku  sudah duduk di bangku kelas 6 dan lulus dengan memboyong peringkat 2 dari MI Segoro Tambak, Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Sementara peringkat  1 direbut oleh Nur Dina Fauziah anak kepala desa.
MTs
Dengan berbekal nilai tersebut, saya mendaftar ke sekolah MTs unggulan Amanatul Ummah, dan Alhamdulillah ternyata diterima di sekolah favorit itu. Sekaligus menjadi santri di Pondok Pesantren (PP Amanatul Ummah). Ayah selalu menjenguk 2 minggu sekali. Masih segar dalam ingatan saya bahwa saat itu saya diberi uang saku/uang jajan oleh orang tua saya 5 ribu perhari.
Hari-hari yang indah yang saya alami pada jenjang sekolah menengah pertama ini. Pernah suatu kali sayamengalami kejadian yang sangat luar biasa, ketika itu saya duduk di kelas 3 MTs. Saat itu H-1 Ujian Nasional, tiba-tiba orang tuaku  hadir untuk mengikuti acara doa bersama wali murid, padahal aku tidak memberi  tahu mereka karena aku tahu bahwa orang tuaku  sibuk.
Ibu mengikuti acara doa bersama di mushalla dan aku diajak ayah untuk makan nasi soto, sampai-sampai saat itu ayah membelikan 2 porsi dan beliau berkata padaku,”….supaya pean semangat dan bisa mengerjakan soal-soal besok…”(^_^).
Dan, Alhamdulillah saya lulus dari MTs Unggulan Amanatul Ummah dengan nilai yang memuaskan. oh ya, Sobat, Saya menyelesaikan studi di MTs ini hanya 2 tahun loh, karena mengikuti kelas akselerasi (percepatan). Prestasi untuk ikut kelas akselerasi ini adalah salah satu prestasi terbaikku
MA
Setelah lulus dari MTs, saya melanjutkan ke MA (Madrasah Aliyah) Unggulan Amanatul Ummah masih dalam satu naungan yayasan yang sama dengan MTs. Lagi-lagi masuk program akselerasi  sebagai angkatan pertama di Kembang Belor, Pacet, Mojokerto. Di MA ini saya tetap menjadi santri di PP Amanatul Ummah, hanya saja yang di pacet ini adalah cabang dari pondok yang di Surabaya.
Di jenjang MA ini saya menganggap bahwa perjalananku baru di mulai, hal yang sangat berkesan bagi saya saat kelas X (kelas 1 MA). Usia telah memasuki 14 tahun, ayahku meninggal dunia pada hari Senin Pahing, 15 Desember 2008. Hal itu merupakan pukulan yangmembuat saya merasa down (baca:jatuh), tidak pernah terpikir dalam diri bahwa ayah begitu cepat meninggalkan saya.
Saya masih ingat kawan, seminggu sebelum  ayah meninggal dunia, saya pamitan pada beliau untuk kembali ke pesantren. Ayah berkata ,”Fid, suatu hari nanti pean akan jadi orang besar” dan  beliau bercerita bahwa ketika saya masih bayi dulu, beliau pernah silaturrahmi ke salah seorang kiai di Sidoarjo bersama Ibunda saya. Kemudian ketika pulang sang kiai tersebut berkata, “jagalah anak ini, jagalah anak ini… sesungguhnya anak ini nanti akan jadi orang besar”, kemudian ayah saya menyeletuk, “ya iyalah, Pak Kiai, masa kecil terus?”.(^_^)
Sebelum saya mengucapkan salam kepada ayah untuk pamit berangkat ke pesantren, beliau (Ayah) berpesan lagi ,“Nak…Pean harus belajar yang serius…ayah nggak bisa ngasih apa-apa,nak… ayah hanya bisa meninggalkan ilmu, walaupun ayah harus berhutang kemana-mana ayah rela, yang penting pean bisa kuliah.” Dan sungguh memang benar kawan ketika ayah saya meninggal beliau meninggalkan hutang sampai puluhan juta, dan saya sadar sobat sebagian besar dari hutang itu digunakan untuk membiayai sekolahku dan saudara-saudaraku.
Itulah sekelumit kisah ketika ayah saya meninggal, Sobat. Kata-kata terakhir ayah saya tersebut begitu membekas dalam ingatanku. Dan meninggalnya ayah, saya anggap sebagai bagian dari tantangan-tantangan hidup. Saya ingin mendaki puncak tantangan!
Di MA perjalanan hidupku sangat seru, Sobat. Karena bertemu dengan orang-orang yang luar biasa, guru-guru yang luar biasa. Ada pak Yusron guru yang pertama kali mengenalkan dunia mimpi-mimpi padaku sehingga ketika di MA aku selalu berada dalam kehangatan mimpi-mimpi. Beliau bak Pak Balia dalam novel Sang Pemimpi (karya Andrea Hirata, novel kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi), ada juga Pak Saiful Rizal yang selalu memberikan kata-kata motivasi, kata-kata semangat pada kami.
Di MA inilah aku menancapkan mimpi-mimpiku setinggi-tingginya, semua mimpi-mimpiku untuk menjadi orang yang dapat sukses dunia akhirat serta dapat menjadi “bidan” yang dapat membantu kelahiran orang-orang sukses yang baru. Kesuksesan dunia akhirat. Alhamdulillah, Kawan. Akhirnya Saya dan ke-14  teman-teman “laskar pelangi” dari Mojokerto yang lain lulus, dengan nilai yang memuaskan.
Ngampus
Setelah lulus dari MA, saya diterima kuliah di Unej (Universitas Jember) melalui jalur Beasiswa Bidik Misi Penelusuran Minat dan Bakat Kemampuan (PMDK). Memilih Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan(FKIP). Pertimbangan pemilihan jurusan ini adalah yang penting tidak ada hitung-hitungannya, Kawan. Alhamdulillah Saya berusaha untuk mencintai jurusan ini, dan sekarang saya benar-benar ketagihan terhadap ilmu ini.
Di bangku kuliah inilah saya lebih semangat lagi dalam menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman. Yang menjadikan saya lebih hidup lagi, oleh Allah dipertemukan dengan orang-orang yang shaleh. Dari sinilah saya paham arti hidup yang sebenarnya. Makna perjuangan hidup yang sebenarnya. Keberanian dan semangat saya melejit karena sudah tahu yang layak ditakuti hanyalah Allah subhanahu wataala.
Kini semangatku semakin meningkat tajam, karena Allah memberiku kesempatan yang luar biasa yakni saya diangkat menjadi anggota Divisi Agama di  HMP (Himpunan Mahasiswa Program Studi) Pendidikan Biologi (HMP Lumba-Lumba) pada tahun 2012 dan menjadi Ketua Divisi Agama pada tahun 2013. Selain kesibukanku, alhamdulillah aku bisa meraih nilai IP (indeks prestasi) 3,8 pada semester 4, dan pada semester 5 IP saya 3,85, dengan IP yang tinggi. Begitulah seterusnya sampai aku lulus selalu dengan nilai IPK 3.5 ke atas, dan aku lulus dengan nilai yang tinggi, sampai pada semester 8 dengan gelar wisudawan terbaik dan termuda se-Universitas Jember. Terima kasih, ya Allah.
Aku adalah anak organisatoris, atau lebih tepatnya bisa dikatakan anak yang ideologis tentunya ideologi Islam. Saya senang berdiskusi, nimbrung atau hanya sekedar membincangkan hal-hal yang baru serta solusinya dengan orang-orang yang berbeda pemahaman dengan  pandanganku, sehingga aku tahu ternyata ada banyak beragam pandangan dalam hidup ini termasuk juga dalam menyikapi solusinya, islam, kapitalisme, dan sosialisme. Kita akan menemukan banyak sekali perbedaan-perbadaan di antara tiga ideologi tersebut. Akan tetapi, saya sekarang mengetahui setelah saya mencoba berpikir dan merenung bahwa ideologi yang paling sahih adalah islam dan tentunya yang lainnya adalah batil.
Saya adalah spesial, komitmen saya pada dunia pelatihan (training) dan kependidikan akan semakin saya tingkatkan. Tidak lupa dengan semua hal ini dan kesibukan saya kuliah, saya akan tetap mendakwahkan Islam kemanapun dan dimana pun saya berada walaupun ilmu agama saya pas-pasan, karena dakwah adalah poros kehidupan ini, selain itu saya juga akan belajar untuk berbisnis. Dengan padatnya jadwal ini maka bukan waktu belajar serta berdakwah yang saya kurangi, akan tetapi waktu tidur saya yang akan saya kurangi.
Hal-hal yang ingin saya hilangkan dan kurangi tahun ini adalah menunda-nunda pekerjaan, bermalas-malasan, egois dan emosi berlebihan, makan berlebihan, melakukan yang bukan prioritas dan tidur berlebihan. Hal yang ingin saya lakukan dan tingkatkan adalah lebih gencar lagi mendakwahkan Islam, disiplin olahraga, lebih giat belajar mata kuliah maupun Islam, memperbanyak membaca buku tsaqofah, serta semakin mengasah kemampuan untuk ngisi training, menganalisis fakta yang terjadi pada masyarakat serta solusinya, “mengkhatamkan” Al-qur’an setiap hari: caranya membaca surat al-ikhlas 3 kali (minimal) serta tidak lupa selalu berusaha membaca al ma’tsurat pagi dan sore. Juga tidak lupa untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan syariat-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta banyak melakukan hal-hal yang sunnah dan meninggalkan hal-hal yang mubah.
Saat berusia 25 tahun, saya sudah menjadi trainer serta guru yang expert, disela itu bisnis saya sudah semakin berkembang sehingga hasilnya dapat digunakan untuk membantu orang miskin, orang dhuafa serta anak yatim dipanti asuhan di seluruh provinsi Indonesia.
Saya ingin menjadi seorang trainer serta pengusaha kelas dunia sekaligus ahli di bidang pemberdayaan masyarakat. Bukan hanya pandai berkata tapi saya juga pandai bertindak. Ikon saya adalah inspirator sukses mulia dan pebisnis sukses mulia. Terima kasih, yaa Allah
Sobat, saya tahu sesungguhnya perjalananku  untuk mewujudkan proposal hidup ini tidaklah mudah seperti yang ada dalam benakku. Aku yakin di depan sana nanti akan ada banyak sekali rintangan dan hambatan yang selalu menghadang dan orang-orang sinis yang mencoba untuk selalu menciutkan dan membenamkan asa dan harapan saya ini, layaknya kebanyakan orang-orang sukses lainnya, kawan. Mereka selalu berhadapan dengan rintangan dan cobaan yang mendera di depan mata, bahkan bisa juga nyawa menjadi taruhan atas semua ini,atas semua perjuangan ini. Layaknya  sahabat Bilal bin Rabah yang harus rela ditindih dengan batu di tengah padang pasir yang panas. Juga  sama halnya dengan keluarga yasir yang harus disiksa oleh orang-orang kafir agar mereka berpaling dari keyakinannya. Akan tetapi, saya yakin kekuatan keimanan akan dapat mengalahkan dan menghalau semua rintangan dan hadangan yang sudah menari-nari di depan mata. Semoga saya tetap bisa istiqomah di jalan-Nya.amin.
Prestasi terbaik
Prestasi terbaik saya  adalah trainer dan pengusaha yang mampu membangkitkan serta menginspirasi satu juta orang untuk memiliki prestasi tertinggi serta sukses dunia akhirat dengan menyadari potensinya. Sejatinya kita adalah spesial, kita adalah juaradan kita pasti bisa. Prestasi ini akan saya capai pada tahun 2025. Untuk mewujudkan semua ini saya berusaha untuk melihat peluang dalam setiap usaha apapun. Yakin bahwa Allah akan mengabulkan semua ini. Saya juga sering mengasah kemampuan training saya dengan mulai mengisi training-training motivasi di SMA-SMA bahkan di kampus, selain itu saya juga sering menjadi MC di berbagai acara baik seminar maupun training. Juga pernah menjadi Pemandu Acara di training mahasiswa yang di hadiri sekitar 2000 orang.
Di umur 35 tahun, saya sudah mempunyai satu perusahaan serta menjadi trainer nasional yang mengisi pelatihan di berbagai forum serta menginspirasi jutaan orang.
Guru kehidupan
Saya akan mengangkat sedikitnya 14 orang guru kehidupan saya yakni kedua orang tua saya yang penuh inspirasi, pak Mukhlis yang mengajari saya arti sebuah keikhlasan, pak Yusron yang selalu membuat saya merasa ‘hangat’ dengan mimpi-mimpi, pak Saiful yang mengajarkan saya untuk percaya diri berbicara di depan forum, pak N.Faqih Syarif yang mengajari saya menjadi trainer handal, pak Felix Siaw yang selalu membuat saya membara untuk menaklukkan kota Roma, ustadz Abay Abu Hamzah, pak Jamil Az Zaini guru epos saya, Pak Karebet ‘bergembira’, pak Ipho Santosa,Pak Mario Teguh dengan gaya khasnya yang kalem, Pak Tung Desem waringin dengan gaya PD-nya, Anthoni Robbin serta guru-guru saya mulai dari jenjang TK sampai di bangku perguruan tinggi. Terima kasih, ya Allah engkau telah memberikan orang-orang yang spesial dalam hidupku.
Kelompok Mastermind
Saudara adalah orang terdekat dengan kehidupan yang selalu mengingatkan, menasihati dan saling memotivasi untuk semakin menjadi hamba Allah yang beriman serta bertaqwa. Dalam hal ini saya memilih Akhi Thoyyib, Akhi Maftuh, Akhi Hadi, Akhi Candra, Akhi Nusur, Akhi Nuris, Akhi Hari, Akhi Cries, Akhi Udin, Akhi Malik, Akhi Iwan, Akhi Agus serta saudaraku yang lainnya karena tidak akan cukup bila disebutkan satu persatu disini. Semoga persaudaraan kami dimuliakan oleh Allah dan menjadi jalan untuk menuju Aura sukses mulia jannah-Nya.
Komitmen
Saya akan terus belajar dan mengembangkan diri dengan cara mengikuti berbagai pelatihan, seminar, diskusi, serta membaca buku. Sumber belajar yang akan saya seriusi adalah belajardari pengalaman orang-orang yang sukses, melihat apa yang mereka lakukan, melihat bagaimana mereka bekerja. Saya akan selalu berusaha berubah ke arah yang lebih baik 1% setiap hari. Dan berusaha lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Saya akan selalu menciptakan berbagai kondisi dan suasana yang baik agar apa yang saya harapkan dapat terwujud. Setiap selesai sholat dan di saat mustajabah berdo’a, saya akan berdo’a dengan sepenuh hati tentang apa yang ingin saya raih. Di dalam kamar, buku agenda, bahkan saat training saya akan selalu menyampaikan gagasan sukses saya. Dan di saat yang tepat saya akan memyampaikan proposal hidup saya ini kepada orang-orang yang tepat.
Penutup
Ya Allah inilah proposal hidupku, bimbinglah hamba ya Allah, tuntunlah hamba, ya Allah. Jangan kau tinggalkan aku, ya Allah, pada-Mu aku kembali, pada-Mu aku mengabdi, pada-Mu aku persembahkan hidupku ya Allah. Bantu aku mewujudkan proposal hidup ini yaAllah. Jadikanlah aku hamba-Mu yang engkau cintai, jadikanlah aku hamba-Mu yang sibuk melakukan amal-amal saleh.
Mudahkanlah yaAllah, semudah engkau mengatur milyaran planet di tata surya ini
Ya Allah kabulkanlah…
Jember, 6 februari 2012
Trainer Sukses Mulia




M.Abdul Hafid


Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top