Semarak Bergerak Mengukir Karya

No Action, No Happen..
You take Action, Miracle Happen”

Bagi sebagian manusia, berkarya adalah sesuatu yang membanggakan sehingga mereka berlomba mencipta karya guna meraih kebanggan untuk menaikkan harga dirinya.Berkarya dipandang sebagai sesuatu yang prestisius yang dapat dijadikan lahan mereka untuk memanen pujian dan penghargaan dari manusia lainnya. Sebut saja; Mustafa Kamal, Soeharto, Salman ‘Rushdie’, dan Irshad Manji. Merekalah prototype manusia berkarya tipe ini.

Bagi sebagian yang lain, berkarya adalah sesuatu yang sulit dan membuat hidup jadi rumit sehingga mereka hanya menjalani hidup ini secara ‘apa adanya’ sebagaimana filosofi air yang mereka jadikan hujjah :”Air mengalir begitu tenangnya, kemanapun ia mengalir tetap tenang dan bahagia” jadilah kita menjumpai tipe orang  jumud alias malas berkarya.
Sebut saja: teman- teman kita yang hobi nyontek, masyarakat kita yang malas dan jumud, juga orang-orang pragmatis yang berdogma “Pokok’e enak..”. Merekalah contoh nyata manusia anti karya seperti ini.

Namun ada juga, manusia yang beranggapan bahwa berkarya adalah wujud rasa syukur mereka kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Tuhan yang telah menciptakan manusia dengan sesempurna bentuk beserta segala kelebihan dan keutamaannya. Bagi mereka, tidak berkarya adalah ‘pengkhianatan’ terhadap amanah Allah yang diembankan kepada manusia yaitu sebagai Khalifah fil Ardh/ Pemimpin bumi yang meniscayakan satu kata: Produktivitas!

Sebut saja : Imam Syafi’i, Taqiyuddin An-Nabhani, Hassan  Al Banna, Faqih Syarif, Abdul hafidz, dll...
Merekalah tipe Khalifah fil Ardh yang ikhlas mencipta karya sebagai wujud persembahan rasa syukurnya..

Namun terlepas dari berbagai macam tipe dan varian para pencipta karya, sebenarnya kita sebagai manusia akan senantiasa dihantui oleh sesosok ‘monster’ berbahaya yang bernama: keMALASan!

Pada hakikatnya, setiap manusia diciptakan dengan potensi yang sama. Manusia punya otak (yang dengannya mereka bisa berpikir, manusia punya fisik (yang dengannya mereka dapat mengindera), mereka pun juga punya Tuhan (yang kepadaNya mereka bisa memuja sambil berharap).

Hanya saja, kita akan dihadapkan pada sebuah pertanyaan BESAR yang membuat kita terheran-heran: “Lantas mengapa hasil dan kualitas KARYA manusia berBEDA-beda???”, “Bukankah mereka mempunyai POTENSI yang SAMA??”
Jawabannya adalah,  karna ACTION mereka berBEDA!!

YA! Karya manusia sangat bergantung pada apa yang telah mereka lakukan..
Karna dunia ini adalah tempat dimana sunatullah berupa kaidah kusalitas berlaku. Maka tak mengherankan kalau  Qoute No Action, No Happen..You take Action, Miracle Happen”
Menjadi HeadLine kata pengantar ini.

Selamat Berkarya..
Untuk Merajut Perubahan!!




Advertisement

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top