Menghadapi Masalah
Permasalahan itu untuk di hadapi dan diselesaikan, bukan
hanya di omongin,di pikirin, apalagi di parnoin.
(Patrick
Efendi)
Masalah yang menghadang kita adalah bumbu penyedap perjuangan hidup ini,
begitulah kalimat yang terlontar dari saudara saya (akhi MU) beberapa waktu
lalu.
Sobat, dalam mengarungi bahtera kehidupan ini sejatinya kita tidak pernah
bisa terlewat dari yang satu ini yakni, Masalah. Masalah yang bertubi-tubi
datang kepada kita akan membuat kita menjadi pribadi yang dewasa. Bahkan
masalah yang datang tersebut apabila kita mampu melewatinya dengan baik bisa
mendatangkan pahala pada diri kita.
Sobat, Pelaut yang ulung tidak akan terlahir dari lautan yang
tenang, begitu juga ORANG-ORANG YANG
HEBAT TIDAK AKAN PERNAH TERLAHIR DARI ORANG YANG TIDAK PERNAH MENGHADAPI
MASALAH DAN COBAAN. memang sih, tergantung kita menyikapi masalah tersebut
apakah kita menyikapinya dengan mengatakan bahwa Allah tidak adil dan tidak
sabar dalam menyikapinya serta
dengan rasa dongkol
atau sebaliknya, kita menyikapinya dengan penuh kesabaran dan menganggap ini adalah sebuah tantangan yang diberikan
oleh Allah kepada kita agar semakin menjadikan diri kita dewasa. Namun
percayalah saya yakin 100% bahwa Allah tidak akan
memberikan masalah kepada kita di luar batas kemampuan kita. Dalam artian Allah
sudah mengukur kemampuan kita, dan ber-positif thinking-lah pada
Allah bahwa sesungguhnya Allah itu memberikan masalah pada kita sebagai bentuk
Allah masih peduli dan sayang pada diri kita. Dan ternyata
memang orang-orang hebat itu terlahir dari gemblengan masalah yang datang
bertubi-tubi ini, bahkan sekelas para nabipun
juga mendapatkan masalah dan cobaan yang datang dari kaumnya.
Sobat, aku yakin di
depan sana nanti akan ada banyak orang-orang yang selalu mencoba membenamkan asa
dan harapanku untuk mencapai impian yang ingin aku raih. Layaknya, seperti
orang-orang hebat yang lainnya, mereka juga menghadapi ujian dan masalah.
Sebutlah misal, Bilal bin Rabah yang harus ditindih sebongkah batu besar di
tengah padang pasir yang sedang terik. Atau keluarga Yasir dan Sumayya yang
harus rela disiksa oleh orang-orang kafir Quraisy agar berpaling dari keyakinan
agama islam. Namun percayalah sobat, bahwa kekuatan keimanan kepada Allah
(Al-Quwwah ar-ruhiah) yakni berupa ketaqwaan dan kesabaran mampu menghadang dan
menghalang masalah-masalah yang datang bertubi-tubi.
#Sabar_dan_Taqwa
“hidup ini ibarat kita naik sepeda, kalau kita tidak bergerak
maka akan jatuh”(Albert Eintein)
0 komentar:
Posting Komentar